Wednesday, February 27, 2008

Syair Malim Deman

Tersebutlah kisah di suatu desa,
Hidup seorang janda dan anaknya,
Malim Deman anaknya bernama,
Menyumpit burung itulah kebiasaannya.

Merantau di hutan, si sang jejaka,
Suatu hari, berseorang sahaja,
Beberapa wanita kedengaran tertawanya,
Ke arah suara mereka, dia pun mara.

Ke sebuah air terjun kecil, dia mara,
Tujuh puteri kayangan kelihatan bermandi-manda,
Semua turun tanpa keizinan ayahbonda,
Selepas itu berasa bersalah.

Mereka menanggalkan baju layang- layang mereka,
Terus mereka bermandi-manda,
Tujuan mereka untuk bersuka ria,
Sebelum pulang menghadap ayahbonda.

Baju layang-layang si bongsu diambilnya,
Diambil Malim Deman dengan senyapnya,
Setelah selesai bermandi-manda,
Puteri bongsu resah kehilangan baju layangnya.

Terbang kembali ke kayangan semua kakaknya,
Tinggal si bongsu seorang, mencari selendangnya,
Mencari selendang dengan sukarnya,
Akhirnya, Malim Deman yang dijumpanya.

Mereka menyapa dan bercerita,
Akhirnya bongsu setuju berkahwin dengannya,
Selepas berkahwin hidup bahagia,
Susah senang lalui bersama.

Suatu hari, kumpulan pemuda tiba,
Semuanya dari kayangan rupa-rupanya,
Mereka hadir, menjalani perintah,
Membawa bongsu pulang ke kayangannnya.

Walaupun puteri bongsu telah derhaka,
Tidak setuju, tentulah suaminya,
Dengan berani dia mencuba,
Melawan mereka sedaya upaya.

Akhirnya, pemuda-pemuda kayangan kalah,
Mereka pulang setelah menyerah,
Alangkah gembira mereka berdua,
Dapat hidup bahagia bersama.

Wednesday, January 30, 2008

Cerita Jaka Tarub

Disuatu desa pedalaman di Indonesia, hidup seorang janda dan seorang anak yang bernama Jaka di dusun Tarub. Semasa kecilnya ia suka bermain dengan kebiasaanya yaitu menyumpit burung. Sampai dewasa pun sumpit nya selalu dibawa-bawa kemanapun.Pada suatu hati Jaka Tarub sedang berjalan ditengah hutan dan melihat burung-burung dan Jaka Tarub menyumpitnya tapi tidak mengena. Burung-butung itu berterbangan dan dikejar oleh Jaka Tarub. Padahal hutan yang dilaluinya ini adalah hutan yang angker sekali. Dikesibukan mengejar burung, Jaka Tarub mendengar suara beberapa wanita yang sedang mandi di sebuah air terjun kecil. Jaka Tarub mengintai dan mengintip dari balik semak-semak belukar. Dan melihat ada sebuah selendang didekatnya dan diambilnya oleh Jaka Tarub.Ternyata wanita-wanita yang sedang bermandikan itu adalah kumpulan bidadari yang turun dari kahyangan. Salah satu bidadari menyadai kalau Jaka Tarub mengintip mereka yang sedang mandi, akhirnya semua bidadari disitu panik dan terbang kembali ke kahyangan. Kecuali satu bidadari kebingungan mencari selendangnya yang di ambil oleh Jaka Tarub. Lalu si bidadari dan Jaka Tarub saling menyapa.Bidadari ikut dengan Jaka Tarub ke desanya, lalu mereka berdua hidup bersama sampai mempunyai 1 anak. Selama hidupnya Jaka Tarub walau kerjanya hanya tidur-tidur saja tapi hasil pangannya melimpah karena keajaiban dari bidadari. Lumbung pada penuh, masakan cepat tersaji banyak.Pada suatu saat Jaka Tarub tak sengaja melanggar janji yang diberikan oleh bidadarinya yaitu tidak boleh membuka hidangan sebelum matang betul. Akhirnya keajaiban sang bidadari hilang. Dan mereka kembali harus bekerjakeras setiap harinya.Suatu hari si bidadari menemukan selendangnya yang disimpang oleh Jaka Tarub, akhirnya perpisahan pun terjadi, bidadari kembali pergi kekayangan meninggalkan Jaka Tarub beserta anaknya.

Dipetik dari lelaman http://www.jagoan.or.id/pendekar/jaka-tarub.htm

Sunday, January 6, 2008

Blog Pertamaku

Akhirnya, blog pertamaku! Selamat datang ke blog saya!